Berita

KONI Bantaeng Siapkan Atlet PORPROV XVIII dengan Pendekatan Sport Science

12 September 2026
17:55 WITA
170 dilihat
KONI Bantaeng Siapkan Atlet PORPROV XVIII dengan Pendekatan Sport Science

Bantaeng — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng menggelar tes fisik bagi kontingen Bantaeng yang dipersiapkan menghadapi PORPROV XVIII. Kegiatan yang berlangsung pada 12 sampai 14 September 2026 tersebut menyasar atlet dari 22 cabang olahraga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan KONI Bantaeng dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi, dengan mengedepankan pendekatan sport science serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ketua KONI Bantaeng, H. Tasrif Labandu, SE, dalam sambutannya saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya tes fisik tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada Tim PSC 119 Bantaeng yang telah membangun kolaborasi dengan KONI Bantaeng dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Bantaeng.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Tim PSC 119 Bantaeng yang secara terbuka membangun kolaborasi dengan KONI Bantaeng untuk prestasi olahraga di Bantaeng,” ujar H. Tasrif Labandu.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang semakin baik. Dukungan tenaga dan keahlian di bidang kesehatan serta kebugaran diharapkan dapat memberikan manfaat bagi atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi PORPROV XVIII.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Bantaeng, Firdaus, S.Pd., M.Pd., mewakili Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bantaeng menyampaikan terima kasih kepada Ketua KONI Bantaeng atas komitmennya dalam mendukung pelaksanaan tes fisik bagi kontingen.

“Saya mewakili teman-teman Bidang Pembinaan Prestasi KONI menyampaikan terima kasih kepada Ketua KONI Bantaeng H. Tasrif Labandu, SE atas komitmen beliau dalam mendukung terlaksananya tes fisik ini,” kata Firdaus.

Firdaus menjelaskan bahwa tes fisik bukanlah satu-satunya variabel yang menentukan kemenangan seorang atlet dalam sebuah kompetisi. Menurutnya, prestasi olahraga merupakan sesuatu yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

“Tes fisik ini bukanlah variabel penentu kemenangan sebuah kompetisi, karena bicara kemenangan tentu kita bicara hal yang kompleks, berbagai variabel di dalamnya, di antaranya tentu kesiapan fisik, psikis, teknik dan variabel nonteknis lainnya,” jelasnya.

KONI Bantaeng Siapkan Atlet PORPROV XVIII dengan Pendekatan Sport Science

Karena itu, tes fisik menurut Firdaus harus dipandang sebagai instrumen evaluasi untuk mengetahui kondisi dan kesiapan atlet secara objektif. Hasil tes dapat menjadi salah satu dasar bagi pelatih dan cabang olahraga dalam menyusun serta mengevaluasi program latihan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tes fisik merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi dan misi Kabupaten Bantaeng ke dalam sektor olahraga.

“Sehingga tes fisik ini harus dimaknai sebagai manifestasi dari visi misi Kabupaten Bantaeng yang tidak hanya bangkit tapi juga maju, maju olahraganya melalui pendekatan sport science,” tuturnya.

Tes fisik yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan kontingen Bantaeng menuju PORPROV XVIII. Dengan menyasar 22 cabang olahraga, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan data kondisi fisik atlet yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masing-masing pelatih.

KONI Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan atlet yang lebih terukur, sistematis dan berbasis sport science, sehingga persiapan menuju PORPROV XVIII tidak hanya mengandalkan pengalaman dan latihan konvensional, tetapi juga didukung oleh data serta evaluasi ilmiah.

Melalui kolaborasi KONI Bantaeng, cabang olahraga, tenaga kesehatan, pelatih, dan seluruh stakeholder olahraga, diharapkan lahir persiapan kontingen yang semakin matang dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Bantaeng di ajang PORPROV XVIII.