Berita

H. Tasrif Labandu: 516 Insan Olahraga Bantaeng Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

09 Oktober 2026
11:31 WITA
62 dilihat
H. Tasrif Labandu: 516 Insan Olahraga Bantaeng Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Ketua KONI Bantaeng H. Tasrif Labandu Pastikan 516 Insan Olahraga Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Jelang PORPROV XVIII Sulsel 2026, KONI Bantaeng Utamakan Perlindungan dan Keselamatan Atlet

BANTAENG — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng, H. Tasrif Labandu, SE, menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada atlet, pelatih, dan insan olahraga sebagai bagian penting dari persiapan kontingen Bantaeng menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi sebanyak 516 atlet, pelatih, dan pengurus KONI Bantaeng. Mereka mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sesuai dengan ketentuan kepesertaan yang berlaku.

Penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada perwakilan atlet dan pelatih dilaksanakan pada 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua KONI Bantaeng bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng.

H. Tasrif Labandu menegaskan bahwa pembinaan olahraga prestasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga harus disertai perhatian terhadap keselamatan dan perlindungan para atlet serta pelatih yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Bantaeng.

Menurutnya, atlet dan pelatih merupakan aset penting daerah yang harus mendapatkan perhatian, termasuk dalam aspek jaminan sosial ketika menjalankan aktivitas olahraga dan mengikuti berbagai agenda kontingen.

“Bagi kami di KONI Bantaeng, prestasi dan perlindungan atlet merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kita ingin para atlet dan pelatih dapat berlatih serta bertanding dengan lebih tenang karena aspek perlindungannya juga menjadi perhatian. Mereka adalah pejuang olahraga yang membawa nama dan kehormatan Kabupaten Bantaeng,” demikian penegasan yang mencerminkan komitmen KONI Bantaeng terhadap perlindungan insan olahraga.

Ia juga menekankan bahwa persiapan menuju PORPROV XVIII Sulawesi Selatan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kemampuan fisik, pembinaan teknik dan mental, pemenuhan kebutuhan kontingen, hingga jaminan perlindungan selama menjalankan tugas olahraga.

Terlebih, pelaksanaan PORPROV XVIII yang berlokasi di Kabupaten Bone dan Wajo menuntut kesiapan serta mobilitas kontingen yang baik. Karena itu, menurutnya, perlindungan terhadap atlet dan pelatih menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kelancaran perjuangan kontingen Bantaeng.

Program ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng dan KONI Kabupaten Bantaeng yang sebelumnya ditandatangani dalam Rapat Kerja KONI Bantaeng Tahun 2026 di Hotel BM Bantaeng pada 4 September 2026.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya KONI Bantaeng membangun tata kelola pembinaan olahraga yang semakin baik, profesional, dan memperhatikan kesejahteraan insan olahraga.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng, Firdaus, turut menekankan pentingnya perlindungan bagi atlet dan pelatih, mengingat tingginya aktivitas dan mobilitas kontingen selama mengikuti rangkaian pertandingan PORPROV XVIII.

Ia berharap perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada para peserta sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan aktivitas olahraga dan berjuang meraih prestasi.

Melalui program ini, KONI Bantaeng menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari keseriusan organisasi dalam menjaga keselamatan, memberikan perlindungan, dan memperhatikan para atlet serta pelatih yang menjadi ujung tombak prestasi daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen perlindungan tersebut, KONI Bantaeng optimistis kontingen Kabupaten Bantaeng dapat menghadapi PORPROV XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 dengan persiapan yang lebih matang, aman, dan berorientasi pada prestasi.