Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng adalah induk organisasi olahraga di Bumi Butta Toa yang berperan sentral dalam mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan seluruh cabang olahraga di daerah. Dengan semangat kebersamaan, KONI Bantaeng berkomitmen untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bantaeng, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional .
Kepengurusan
Saat ini, KONI Bantaeng memasuki periode kepengurusan baru 2024-2028 yang dipimpin oleh H. Tasrif Labandu, S.E., yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada bulan Desember 2024. Beliau didukung oleh 30 cabang olahraga yang memiliki hak suara, menggantikan ketua periode sebelumnya, Lukman Harun .
Susunan pengurus harian KONI Bantaeng periode ini antara lain:
- Ketua Harian: Andi Mappatoba
- Sekretaris Umum: Firdaus
- Bendahara: Tajuddin
- Wakil Sekretaris: Ahmad Idzar
Kepengurusan ini resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan, Yasir Mahmud, pada bulan Februari 2025, menandai dimulainya masa kerja baru yang penuh tantangan .
Visi dan Misi
Kepemimpinan baru KONI Bantaeng mengusung semangat kolektif kolegial, di mana kemajuan organisasi adalah tanggung jawab bersama. Visi utama yang diusung adalah memajukan olahraga di Bantaeng melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI, dan pihak swasta. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas pembinaan atlet dan prestasi di berbagai cabang olahraga .
Fokus dan Target
Target Utama: PORPROV Sulsel 2026
KONI Bantaeng saat ini memfokuskan seluruh energi pada persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo pada bulan November 2026. Target yang dicanangkan adalah masuk dalam lima besar klasemen akhir, sebuah target yang dinilai realistis mengingat sejumlah persiapan yang telah dilakukan .
Cabang Olahraga Andalan
Untuk mencapai target tersebut, KONI Bantaeng mengandalkan beberapa cabang olahraga unggulan, terutama dari kelompok bela diri. Cabang-cabang seperti Tinju, Karate, Pencak Silat, dan Muaythai menjadi andalan utama karena secara konsisten menunjukkan prestasi yang baik di berbagai kejuaraan regional dan nasional .
Dari 35 cabang olahraga yang berhasil lolos untuk berlaga di PORPROV, pembinaan dilakukan secara intensif. Program ini mencakup latihan rutin, monitoring dan evaluasi perkembangan atlet, serta pemeriksaan kondisi fisik secara berkala untuk memastikan semua atlet berada dalam performa prima saat bertanding .
Transformasi Digital dan Inovasi
Di era modern ini, KONI Bantaeng tidak hanya fokus pada pembinaan fisik tetapi juga melakukan transformasi digital. Beberapa inovasi yang telah dan sedang dikembangkan adalah:
- Sistem Layanan Digital: Sebuah sistem berbasis digital sedang disiapkan untuk menjadi pusat data atlet dan cabang olahraga, sekaligus menjadi media penyebarluasan informasi olahraga yang lebih cepat dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini adalah langkah menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan akuntabel .
- Aplikasi OBOR: Sebagai bentuk nyata dari transformasi digital, KONI Bantaeng meluncurkan aplikasi OBOR (Olahraga Bangkit, Prestasi Oke, UMKM Ramai). Nama ini diambil dari semangat sejarah kesuksesan Bantaeng sebagai tuan rumah PORDA XV. Aplikasi ini tidak hanya menyediakan informasi olahraga seperti jadwal dan hasil pertandingan, tetapi juga mempromosikan potensi UMKM, wisata, dan kuliner lokal. Aplikasi ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan olahraga sekaligus penggerak ekonomi lokal .
Dengan seluruh persiapan yang matang, kerja sama yang solid antara semua pemangku kepentingan, dan semangat kebersamaan, KONI Bantaeng optimis dapat membawa pulang prestasi yang membanggakan dan terus memajukan dunia olahraga di Kabupaten Bantaeng .